Begini Rupa Penampungan Haji Abad ke-12

TALBIA. Syiar Islam sejak berabad-abad lalu merambah ke berbagai negeri. Tak heran jika kini banyak dijumpai jejak-jejak peninggalan Islam di berbagai wilayah, baik dalam bentuk bangunan maupun benda-benda bersejarah.

Seperti Qasr Al-Haj yang berada di Libya. Qasr Al-Haj adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penampungan haji pada abad ke-12, tepatnya pada tahun 1100-an.

Bangunan bersejarah ini terletak di jalur Tripoli-Aziziya-Al Jawf sekitar 130 km dari pusat kota Tripoli, Libya.

Qasr Al-Haj dibangun dengan batu bata dan tanah liat. Bangunan ini berwarna tanah dengan bentuk melingkar. Ada satu pintu utama di bagian luar yang mengarah langsung ke halaman besar di bagian dalam.

Qasr Al-Haj memiliki banyak jendela kecil yang dibuat berderet vertikal dan horizontal. Qasr sendiri dalam bahasa Arab berarti ‘benteng’ dan Al-Haj berarti ‘haji atau ziarah’.

Selama abad ke-12, Qasr Al-Haj digunakan sebagai tempat persinggahan jemaah haji yang hendak ke Mekah. Di tempat ini pula para jemaah menyimpan atau menitipkan barang-barang mereka sebelum pergi menuju Tanah Suci agar mereka tak terbebani dengan terlalu banyak hal selama perjalanan.

Seiring waktu, fungsi Qasr Al-Haj berubah menjadi lumbung zaitun dan penyimpanan minyak untuk warga setempat.

Bangunan ini awalnya terdiri dari 114 kamar yang disesuaikan dengan jumlah surat dalam Alquran. Setiap keluarga memiliki ruang dalam Qasr Al-Haj di mana mereka bisa menyimpan makanan dan hasil pertanian dengan aman. Hal ini berlangsung hingga tahun 1960-an.

Kini, Qasr Al-Haj menjadi salah satu situs bersejarah yang dilindungi di Libya. Tempat ini pun menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara.(dream)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.