BERHARAP HASIL KARYA BISA MENGANTAR NAIK HAJI

TALBIA. Walau usianya telah 76 tahun, Burhansyah terus berinovasi. Pencipta Perekayasaan Pelampung Pengendalian Air Konsumsi Rumah Tangga ini memenangkan Lomba Karya Perekayasaan (LKP) 2014. Ia berharap karyanya bisa diakui serta berguna untuk dirinya dan masyarakat banyak.

ADA yang unik pada kegiatan tahunan LKP yang diadakan Litbang Kalbar pada tahun ini, untuk pertama kalinya lomba tersebut diikuti oleh peserta tertua karena umunya peserta lain berusia jauh lebih muda. Tanpa niat dan kesengajaan Burhansyah yang kesehariannya berjualan kue ke kantor-kantor bisa ikut dan meraih juara pertama LKP tahun 2014.

Saat menjajakan dagangannya di Kantor Litbang, Burhan mendapatkan informasi tentang lomba LKP. Secara sederhana Ia pun mempresentasikan hasil temuannya itu dan menurut pihak panitia penyelenggara karyanya layak diikutsertakan dalam lomba. Tanpa diduga karya Burhan berhasil unggul dibanding karya-karya peserta lain.

Minggu (12/10), Pontianak Post mengunjungi kediaman bapak dari tujuh anak yang sering disapa Pak Burhan tersebut, di Gang Nursolihin No. 34, Kelurahan Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara. Mencari alamat Burhan ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Warga sekitar gang sangat mengenalnya, saya hanya cukup menanyakan kepada salah satu warga yang kemudian menunjukan posisi rumahnya.

Ketika itu, Burhan banyak bercerita tentang proses hidup dan sejarah temuan karya perekayasaan miliknya. Awal mencipta dia mengatakan sejak tahun 2001, waktu itu keran air di rumahnya sering rusak. Setelah mengalami hal tersebut, munculah gagasan membuat keran model baru. “Ternyata penggunaan keran konvensional tidak terlalu efektif sebab rawan rusak, dari situlah muncul ide membuatnya,” katanya.

Sejak tahun 2001, Burhan hanya menggunakan alat tersebut untuk keperluan pribadi di rumahnya sendiri. Sampai tahun 2008, Ia berinisiatif mendaftarkan karya inovasinya ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sekaligus mendapat NPWP sebagai paten sederhana.

Saat itu Burhan mulai menjual karyanya tetapi sebatas kepada kenalan atau teman-teman terdekat. “Sudah pernah saya jual paling laku tidak sampai 100 buah dengan harga Rp55 ribu per buahnya. Saya jual agak mahal, karena ternyata ada produk dengan fungsi sama yang telah dijual luas dengan sistem produksi secara pabrikan, tentu saya tidak boleh menjatuhkan harga jika menjual lebih murah,” jelasnya.

Menurut Burhan, hanya berkreasi tanpa terinspirasi dari produk apapun sebelumnya, jadi apabila ada produk dengan fungsi sama menurutnya bukan kesengajaan. “Sedangkan siapa yang mencipta lebih dulu juga belum jelas,” paparnya. Namun pria asal Sintang itu yakin temuannya lebih unggul.

Pertama Ia menjelaskan bahan-bahan yang digunakan lebih murah karena bisa menggunakan barang bekas seperti, paralon, selang karet kompor gas, dan kawat tembaga. Juga lanjutnya ciptannya lebih tahan lama sebab terbuat dari bahan plastik sehingga tidak karatan.

Untuk manfaat penggunaannya, distribusi air ledeng bisa lebih merata. “Sejauh ini banyak rumah yang menyedot air menggunkan mesin. Jika aliran ledeng semua rumah menggunakan sistem ini, tentu orang tidak perlu mengunakan mesin air yang mana ketika digunakan aliran ledeng tetangga akan terganggu. Dengan ini air bisa terus jalan tanpa perlu dipantau, karena ketika bak air penuh keran bisa menutup dengan sendirinya,” jelasnya.

Selain itu penggunaan air bisa lebih hemat, perhitungan Burhan, yang awalnya konsumsi air rumah tangga perbulan mencapai 40 m kubik setelah menggunkan alat tersebut menjadi 20-30 meter kubik, sebab tidak ada air yang terbuang sia-sia.

Sejak mendaftrakan temuannya, pedagang kue keliling yang mulai berjualan sejak tahun 1997 itu tidak berharap banyak. Burhan hanya ingin karyanya bisa mengantarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji. “Saya tidak ingin mengejar mencari keuntungan lebih, hanya untuk kepentingan dunia, mudahan ada yang mau membeli hak paten ini kemudian saya bisa naik haji, itu saja sudah cukup,” pungkasnya. (pontianakpost)

INFORMASI PENDAFTARAN
HAJI & UMRAH

Rizki Wahyu
HP: +6283814501168
BB pin:25AA5CB3
Twitter: @talbiaumroh
Email: talbiahajiumrah @gmail.com
Web: www.talbia.net

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.