HAJI BACKPACKER

HAJI BACKPACKER

1. Istilah haji backpacker yang pengertiannya adalah menuju tanah suci secara mandiri tanpa travel.

UNTUK SAAT INI tidak lagi relevan.

2. Karena ,untuk resmi jadi jamaah haji yang diakui oleh Kerajaan Saudi, visa yang digunakan hanyalah visa haji.
3. Sementara yang pengurusan visanya dijamin 100% keluar, hanya dapat dilakukan oleh Kemenag yang nota bene mengurusi segala kebutuhan jamaah selama di tanah suci dari A hingga Z nya .
4. Adapun travel/perorangan yang mendapatkan visa haji dari Kedutaan Saudi tidak ada jaminan bahwa pengajuan visanya disetujui. Pun disetujui, segala pengurusannya sudah dihandle oleh travel tersebut.
5. Jadi kesimpulannya, tidak ada lagi cara resmi yang dapat ditempuh untuk bisa berhaji secara backpacker.

BANYAK JALAN MENUJU ARAFAH
Sebagai gambaran, ada beberapa jalan yang dapat ditempuh untuk dapat hadir di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Antara lain dengan resmi mendaftar di Kemenag yaitu dengan Haji Reguler (ONH Reguler) ataupun Haji Khusus (ONH Plus). Cara ini yang dikenal dengan menggunakan visa haji quota Kemenag.

QUOTA HAJI INDONESIA
1. Berdasarkan ketentuan OKI, tiap Negara memiliki quota haji yang dihitung 1/1000 penduduk muslim.
2. Setiap tahunnya, tidak kurang dari 200.000 jamaah Indonesia menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
3. Saat ini, minat haji penduduk Indonesia sangat membludak. Ditandai dengan adanya antrian panjang baik di Haji Regular ataupun Haji Khusus. Bahkandi beberapa daerah antirannya sudah mencapai 20 tahun.

HAJI DENGAN MENGGUNAKAN QUOTA NEGARA LAIN
1. Untuk menggunakan quota Negara lain dapat dilakukan dengan menjadi residence terlebih dahulu.
2. Bila tanpa hal di atas maka, kemungkinan visa keluar pun hanya Allah yang tahu. Mengenai illegal atau tidaknya cara tersebut, selagi menggunakan visa haji, maka pemerintah Saudi menerima dan memperlakukan jamaah sebagaimana pengguna visa haji yang lain. Tetap mendapatkan maktab. Karena memang resmi.

HAJI NON QUOTA
1. Haji non quota adalah haji yang cara mendapatkan visanya tidak melalui Kemenag. Tidak ikut antrian sebagaimana pendaftaran BPIH Khusus (ONH Plus) atau BPIH Reguler (ONH Reguler).
2. Kemungkinannya untuk keluar visanya pun tidak ada jaminan 100%.
3. Visa haji non quota untuk saat ini, biayanya melebihi biaya haji regular. Belum lagi untuk biaya peswat dan LA selama di Saudi.
4. Pemerintah dalam hal ini Kemenag tidak bertanggung jawab bila terjadi permasalahan-permasalahan yang menimpas jamaah yang berhaji menggunakan visa non quota.
5. Bila hendak menggunakan non quota, pastikan bergabung di travel yang amanah. Agar tidak terlantar.

HAJI PERCEPATAN
1. Haji percepatan hanya dapat dilakukan untuk BPIH Khusus (ONH Plus). Dengan menggunakan system batal ganti yang diatur tersendiri oleh Kemenag.
2. Haji percepatan tidak dapat digunakan untuk BPIH Reguler. Jika ada yang batal, meninggal, mengundurkan diri, maka dana yang sudah masuk dapat dikembalikan namun porsinya hangus. Tidak dapat digunakan oleh orang lain.
3. Percepatan yang dapat dilakukan untuk haji regular hanya diperuntukkan bagi jamaah yang usianya sudah sepuh. Itupun melalui proses seleksi di Kemenag setempat.

HAJI DENGAN VISA PETUGAS
1. Setiap 25 jamaah haji BPIH Khusus (ONH Plus), travel mendapatkan jatah 1 quota yang sejatinya diisi oleh petugas dari travel tersebut. Namun ada kalanya jatah ini digunakan oleh jamaah biasa. Karena bisa jadi petugasnya sudah masuk dalam quota. Atau karena sudah standby di Saudi. Jadi jatah ini bisa diperuntukkan untuk jamaah.
2. Cara ini dapat ditempuh dengan rekomendasi pihak travel. Maka, satu-satunya cara adalah dengan menghubungi pihak travel yang mempunyai jatah untuk petugas.
3. Selain mengunakan visa petugas di travel, bisa juga menjadi petugas haji yang penugasananya bisa jadi Kemenag, Kemenkes, dan Petinggi TNI. Mereka berhaji dengan menjadi petugas kloter misalnya, dokter di BPHI, petugas keamanan, penerjemah, penghubung antar maktab, dll. 4. Cara ini biasanya dapat ditempuh dengan mengikuti seleksi terlebih dahulu.

HAJI DENGAN MENGGUNAKAN VISA NON HAJI
1.Jika sekedar masuk ke Saudi, menggunakan visa ziarah dan visa umal (tki) ini dapat digunakan. Namun tidak bisa menjamin pemegang visa non haji tersebut dapat masuk ke Arafah. Jangankan ke Arafah, untuk keluar imigrasi saja bisa jadi sudah bermasalah.
2. Ada memang trik-triknya untuk bisa lolos dari pemeriksaan. Bahkan ada beberapa travel yang menjamin bisa masuk ke Mekah dan Arafah. Namun perlu diingat bahwa ada kalanya untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Bisa jadi sudah sampai Jeddah, jamaah akan dipulangkan lagi ke Indonesia. Atau sudah sampai Riyadh, jamaah harus melenggang balik ke tanah air.
3. Pikirkan betul-betul jika ingin menggunakan cara ini.

Haji adalah panggilan.
Sebagaimana adzan dan kematian. Sudah ditentukan waktunya. 
Jika belum waktunya,
maka apapun caranya, berapa pun biayanya,
tidak akan membawa diri ini ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. 
Allah tidak melihat hasilnya, tapi Allah melihat prosesnya.

Jarak ke Mekah tidak akan berubah bila kaki tidak melangkah. 
Maka, melangkahlah di jalan yang di ridhoi-Nya. Moga bermanfaat.

Mbak Butet Chaniago

 

INFORMASI PENDAFTARAN
HAJI & UMRAH

 

Rizki Wahyu
HP: +6283814501168
BB pin:25AA5CB3
Twitter: @talbiaumroh
Email: rizki.wahyu83@gmail.com
Web: www.talbia.net

 

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.