JAMAAH IRAK BERTARUH NYAWA DEMI PERGI HAJI

Talbia – Makkah. Sebanyak 8.345 jamaah haji Irak yang berasal dari wilayah kekuasaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melakukan perjalanan paling dramatis dan berbahaya untuk sampai ke Makkah.

Harian Makkah melaporkan jamaah dari Irak berasal dari berbagai kota dan desa di sekujur utara Irak, dan wilayah yang dikuasai ISIS. Mereka menempuh rute perjalanan berbeda-beda, menyeludup ke Baghdad atau ke wilayah Kurdistan, untuk selanjutnya diterbangkan ke Madinah dan Jeddah.

Kamal Issawi, ketua delegasi jamaah haji Irak, mengatakan ratusan jamaah meninggalkan desa-desa mereka dengan berjalan kaki untuk sampai ke Baghdad. Bukan perjalanan mudah, karena wilayah kekuasaan pemerintah Irak dan ISIS dipisahkan seutas Sungai Eufrat.

Ada beberapa jembatan di Sungai Eufrat, tapi militan ISIS menjaga dengan ketat. Tidak boleh ada penduduk dari wilayah ISIS menyeberang ke daerah kekuasaan Irak, dan sebaliknya.

“Mereka harus menunggu sampai gelap, dan meniti jembatan kayu kecil untuk sampai ke seberang,” cerita Issawi. “Risikonya, tercebur, terbawa arus sungai, dan tewas.”

Menurut Issawi, jamaah cukup beruntung. Jembatan kayu kecil itu cukup kuat untuk dilewati ratusan orang. Semua jamaah haji tiba di seberang Sungai Eufrat, dan diterbangkan dengan pesawat militer menuju Bandara Baghdad.

“Dari Baghdad, pesawat Saudi Air telah siap membawa mereka ke Makkah,” ujar Issawi. “Mereka hanya membawa sedikit bawaan, dan tidak tahu harus menginap di mana selama di Makkah.”

Perjalanan berbahaya juga dilakukan ribuan jamaah dari wilayah pertempuran ISIS versus Peshmerga. Mereka diselundupkan ke Gubernuran Kirkuk yang saat ini berada di bawah kendali Peshmerga.

Selama di Kirkuk, jamaah tidur di masjid-masjid, dan diberi makan penduduk setempat. Ini berlangsung beberapa hari, sampai mereka dibawa ke Bandara Al Sulaimaniya.

Otoritas Kurdi semula menolak mengangkut mereka ke bandara dengan alasan keamanan, tapi pimpinan rombongan jamaah terus membujuk. Selama di Kirkuk, jamaah haji tidak pernah kehilangan harapan.

“Kami bertekad menyelesaikan tugas kami, dan kami berhasil meyakinkan Otoritas Kurdistan,” ujar Issawi.

Di masa PM Noori al-Maliki, Muslim Sunni di Mosul dilarang menunaikan ibadah haji. Kini, larangan itu dicabut, dan Muslim Sunni dari Mosul berbondong-bondong menuju Makkah.

Jumlah jamaah haji Irak mencapai 26.922. Setengahnya berasal dari wilayah Sunni dan etnis Kurdi. Sebagian besar dari mereka tiba di Bandara Madinah dalam dua hari terakhir. Lainnya tiba di Jeddah.(inilah)

INFORMASI PENDAFTARAN
HAJI & UMRAH

Rizki Wahyu
HP: +6283814501168
BB pin:25AA5CB3
Twitter: @talbiaumroh
Email: rizki.wahyu83@gmail.com
Web: www.talbia.net

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.