KISAH KENUK YANG UMRAH BERKALI – KALI DI TANAH SUCI

Jakarta – Menjejakkan kaki di Tanah Suci menjadi harapan banyak traveler Muslim. Tak heran ketika di Kota Makkah, ibadah di Masjidil Haram menjadi suatu kegiatan yang benar-benar dinanti. Bahkan umrah berkali-kali pun dijalani.

Itulah uniknya umrah, prosesi umrah bisa diulang-ulang dalam satu kali kesempatan pergi ke Tanah Suci, tidak sesibuk dan sepadat ibadah haji. Biasanya jamaah melakukan umrah untuk dirinya sendiri.

Kemudian jika ada waktu, jamaah melakukan umrah lagi dengan niatan untuk keluarganya yang lain. Yang agak repot adalah mengulang Miqat atau mengambil niat umrah yang dilakukan di luar Kota Makkah.

Seperti yang dilakukan Kenuk Kurniasih. Perempuan 27 tahun asal Cibinong, Jawa Barat, ini telah melakukan umrah untuk dirinya sendiri di hari pertamanya di Makkah. Namun keesokan harinya, dengan semangat dia kembali melakukan umrah, untuk almarhum neneknya. Hari berikutnya, dia kembali menjalankan umrah untuk kakeknya. Alhasil 4 harinya di Makkah didominasi kegiatan umrah.

“Karena umrah yang untuk diri sendiri sudah saya lakukan, tadinya saya mau umrahkan ibu dan ayah saya. Tapi karena orang tua saya masih ada dan Insya Allah mampu menunaikan umrah sendiri, maka saya umrahkan yang sudah almarhum,” tutur Kenuk dalam perbincangan dengan detikTravel awal Juni lalu.

Meski harus tawaf dan sa’i masing-masing sebanyak 7 kali setiap hari, namun ajaibnya Kenuk sama sekali tidak merasa kelelahan. Seusai menjalankan umrah, dia pun hanya perlu meluruskan kaki sesaat saja di kamar. Esok harinya, dia sudah segar bugar.

Padahal saat tidak umrah, badan dan kakinya terasa pegal-pegal jika usai jogging. Karena itu Kenuk pun bersemangat luar biasa untuk menjalankan ibadah selama di Tanah Suci. Seolah-olah dia punya tenaga ekstra yang tidak menyebabkannya lelah. Padahal kerap kali dia harus berdesak-desakan dengan ratusan dan bahkan ribuan orang lain yang juga melakukan kegiatan yang sama.

“Buat saya ini keajaiban. Seperti kepergian saya ke sini juga keajaiban. Belum lama saya merasa saya bisa ke Tanah Suci, lalu saya tuangkan firasat itu ke status di BlackBerry Messenger (BBM) dan ternyata terwujud. Memang sebaiknya yang kita ucapkan yang baik-baik ya, agar dikabulkan Allah,” sambung Kenuk.

Setiap akan umrah, Kenuk tidak mempunyai persiapan khusus. Seperti jemaah lainnya, dia mencoba makan teratur, sesuai jam makan hotel. Mumpung berada di kota yang tersedia air zam-zam berlimpah, Kenuk pun senantiasa meminum air zam-zam.

“Sebenarnya semua tergantung niat sih. Kalau niatnya mau ibadah, pasti tidak lelah meski mau sejauh apapun berjalan. Alhamdulillah semuanya dimudahkan dan dilancarkan,” ucap Kenuk mengakhiri percakapan.(detik)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.