POLWAN SI TUKANG TAMBAL BAN INGIN NAIKKAN HAJI ORANG TUA

SALATIGA – Eka Yuli Andini, polwan berpangkat bripda yang menjadi tukang tambal ban ternyata sempat dilarang saat akan mendaftar polisi. Adalah sang ibu yang terang-terangan tak membolehkannya menjadi aparat penegak hukum.

Sang ibu, Darwanti (40), mengaku tak mengizinkan anaknya menjadi polisi karena tak punya biaya. Sebab, keluarga Eka bukanlah dari kalangan ekonomi berada.

“Ora usah wae, mengko malah mbayar akeh nek mlebu polisi. Sebab crita-critane neng njaba ngono kuwi (tidak usah saja, lantaran kalau mendaftar polisi pasti membayar. Sebab diluaran beredar cerita seperti itu),” kenang Darwanti kepada Tribun Jogja, Rabu (25/2/2015).

Saat itu, Eka terus saja meyakinkan sang ibu. Dirinya menyebut, bahwa pendaftaran polisi tak berbayar.

Lulusan SMKN 2 Salatiga, jurusan Komputer Jaringan itu akhirnya nekad mendaftar sebagai anggota Polri. Langkang itu didukung dengan sokongan semangat, dari sang guru Mara Tilovashanti.

Singkat cerita, Eka pun lolos tahap demi tahap seleksi Polri. Ia mendaftar bersama 20 orang rekannya sekelas. Namun 18 diantaranya gugur. Hanya dirinya dan seorang rekannya, yang kemudian berhasil menapaki jenjang pendidikan bintara.

“Saya yakin, dan memang terbukti selama pendidikan hingga sekarang tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Memang ada biaya, tapi itu untuk kebutuhan pribadi. Dan hal itulah yang saya yakinkan kepada ibu saya,” tuturnya.

Menjadi Polwan sebenarnya adalah dunia baru bagi Eka. Dalam benaknya, tak pernah terbersit untuk menjadi polisi. Hobi mengutak-utik komputer dan gambar, ia bercita-cita untuk bekerja dibidang penyiaran. Namun takdir menentukan lain.

Kini setelah pangkat tersemat dipundaknya, Eka bercita-cita membahagiakan kedua orang tuanya.

“Nanti mulai sedikit demi sedikit membantu perekonomian keluarga. Mungkin membangun rumah, karena yang sekarang ditempati adalah kontrakan. Kalau cita-citanya sih menghajikan ayah dan ibu,” akunya. (tribun)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.