TAHUN DEPAN KUOTA HAJI INDONESIA KEMBALI 100%

TALBIA. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah kuota haji Indonesia yang mencapai 211 ribu orang dipangkas 20 persen hingga tinggal mencapai 168,5 ribu saja. Hal ini dilakukan lantaran Arab Saudi sedang melakukan perluasan Masjidil Haram.

Namun ada kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang sudah sekian lama antre untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Mulai tahun depan, kuota haji Indonesia akan dikembalikan lagi ke jumlah semula, dan bahkan akan ditambah seiring bertambahnya penduduk Indonesia.

“Tahun ini merupakan pengurangan terakhir ibadah haji, insya Allah 2016 jumlah haji Indonesia kembali sekitar 211 ribu, seperti semula, dan kita akan pertimbangkan adanya pertambahan kuota sesuai dengan jumlah penambahan penduduk di Indonesia,” demikian kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Al-Mubarak dalam wawancara khusus dengan merdeka.com di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (6/7) kemarin.

Berarti memungkinkan jamaah haji Indonesia lebih dari 211 ribu, atau bahkan bisa 220 ribu misalnya? “Bisa, akan bertambah,” jawab Musthafa singkat.

Namun demikian, Musthafa meminta kepada masyarakat Indonesia menyadari bahwa Masjidil Haram dan tempat-tempat rukun ibadah haji lainnya memiliki keterbatasan. Sehingga tidak bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin melakukan ibadah haji.

“Karena Masjidil Haram merupakan bagian dari manasik haji, perlu disadari oleh masyarakat Indonesia, kapasitas Masjidil Haram terbatas, mengingat keterbatasan Masjidil Haram yang merupakan bagian dari rukun haji,” imbau Musthafa.

Pengurangan kuota haji sebelumnya juga semata-mata dimaksudkan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi para jamaah haji. Karena kalau berdesak-desakan, akan membahayakan keselamatan para jamaah.

“Mina kapasitasnya juga tidak mumpuni lagi, jadi kita tidak serta merta menambah. Kita mengurangi kuota haji sebelumnya juga untuk keselamatan dan keamanan haji itu sendiri, karena kita sangat mementingkan keselamatan dan keamanan ibadah haji. Pengurangan kuota itu juga bagian dari peningkatan keamanan dan keselamatan haji,” imbuhnya.

Dia menambahkan, perluasan Masjidil Haram sudah selesai tahun ini. Tapi ada yang belum selesai yakni tempat tawaf. “Berkaitan dengan tempat tawaf belum selesai membutuhkan waktu lama, harus ada pengurangan 40 persen. Oleh karena itu kalau ini selesai, bisa menampung 105 ribu yang melakukan tawaf per jamnya, sebelumnya 48 ribu, kalau sudah jadi jadi 105 ribu,” kata Dubes.

Namun dia berjanji pada tahun depan semua proses pembangunan termasuk perluasan tempat tawaf akan selesai.

“Ini komitmen almarhum Raja Abdullah, ini impian beliau melakukan perluasan Masjidil Haram dan tempat tawaf. Dua tempat ini merupakan perluasan yang sangat bersejarah dan sangat lux, dan istimewa, juga dilakukan dengan kehati-hatian dan detil sekali sehingga memungkinkan desain yang sangat indah, cocok dan layak untuk Masjidil Haram dan Nabawi,” tutupnya.(merdeka)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.